IQRO : PETUALANGAN MERAIH BINTANG “Saat Agama Digabungkan Dengan Sains Dengan Sudut Pandang Seorang Anak Kecil”

Review Film Iqro : Petualangan Meraih Bintang
Score : 2/5
Genre : Drama
Tahun : 2017
Durasi : 97 Menit

“Saat Agama Digabungkan Dengan Sains Dengan Sudut Pandang Seorang Anak Kecil”

(+) Visual gambar yang ditampilkan lumayan bikin manjain mata saat menontonnya
(+) Film yang sangat baik dalam mengajarkan nilai-nilai positif sebuah agama dengan dibumbui sedikit tentang sains apalagi buat anak kecil

(-) Cerita yang belum terlalu bisa memberikan sajian yang pas dalam memadukan antara agama dan sains
(-) Pace cerita yang slow dan ketebak endingnya jadi membuat seakan membosankan pada adegan-adegan tertentu
(-) Embel-embel “Petualangan” yang cuma judul semata tanpa terasa Petualangan nya

Kesimpulan :
Film Iqro ini adalah film pertama anak-anak di indonesia yang mencampurkan antara agama dan sains, saat menontonnya mungkin kita akan teringat dengan salah satu film anak-anak juga yang pernah mengambil lokasi syuting di Boscha, Lembang Bandung, yaitu Petualangan Sherina. Dalam setiap film pasti selalu ada yang namanya konflik dan dalam film ini ditampilkan konflik dari 2 sisi, yaitu sisi Opa si kakek dari tokoh utama dan sisi Aqila, sang tokoh utamanya. Keduanya pun saling bersinkron satu sama lain. Visual gambar yang ditampilkan pun bagus dan menampilkan gambar-gambar yang memberikan “kehangatan” saat menontonnya, Reviewer salut dengan penata gambar film ini. Adegan paling membuat merinding adalah saat perlombaan ayat suci AQ, selebihnya terlupakan. Sebelum menonton film ini Reviewer berharap bahwa porsi antara agama dan sains bisa seimbang dan ditampilkan dalam sajian yang bikin “kenyang” setelah menontonnya, namun ternyata porsi agama menurut Reviewer lebih banyak dibandingkan sains di film ini, juga disayangkan sekali begitu banyak potensi momen yang dilewatkan dalam film ini. Padahal seandainya jika bisa disajikan dengan lebih baik antara agama dan sains nya, bahkan tidak menutupi mungkin saja bisa menjaring penonton yang notabene non muslim untuk menontonnya. Tapi selama film diputar Reviewer terus mensugestikan kepada pikiran dalam diri sendiri untuk ingat bahwa ini adalah film anak-anak, ingat anak-anak. Yang berarti saat menonton pun kita tidak harus berpikir keras dan pake logika, jadi dibawa senang aja saat menontonnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s