GHOST IN THE SHELL “Scarjo, Scarjo, Oh, Scarjo……”

Review Ghost In The Shell
Score : 2/5
Genre : Scifi, Action
Tahun : 2017
Durasi : 106 Menit
 
“Scarjo, Scarjo, Oh, Scarjo……”
 
(+) Karena dibintangi Scarlet Johansson
(+) Visual cerita dan gambar yang menarik dan futuristik
 
(-) Cerita yang slow dan membosankan
(-) Karakter antagonis yang entah mau dibawa kemana
(-) Cast pemain selain pemeran utama yang tidak terlalu “penting”
 
Kesimpulan :
Setelah pernah menjadi salah karakter komik Marvel, yaitu Black Widow, Menjadi suara dalam sebuah OS di film Her, kemudian menjadi gadis biasa yang mendapatkan kekuatan dari narkoba yang diselundupkan dalam perutnya di Lucy, Scarlet Johannson atau Scarjo sudah sering dan berpengalaman menjadi “superhero” baik sebagai pemeran utama ataupun tidak. Entah kenapa Reviewer selalu melihat karakter yang dimainkan oleh Scarjo semuanya rata-rata sama, baik dalam karakter maupun akting yaitu wanita yang seksi dan jago berkelahi, pokoknya stereotipe lah, tapi disini Scarjo memang punya pesona sendiri di perindustrian film Hollywood, dengan menempel namanya saja dalam sebuah film bisa menarik banyak perhatian orang untuk menontonnya, termasuk Reviewer. Dalam film ini dia kembali berperan menjadis seorang robot yang dimana dia punya “jiwa” manusia karena dia adalah hasil eksperimen dari pemindahan “jiwa” dari tubuh manusia ke tubuh robot. Cerita yang ditawarkan dalam film remake yang sudah pernah dibuat animasinya ini terasa begitu “slow” dan membosankan, walaupun Reviewer belum pernah menonton versi animasinya. Untungnya saja yang memerankannya disini adalah seorang Scarlet Johannson, setidaknya bisa menutupi plot cerita yang terasa rapuh, padahal visual dalam cerita benar-benar digambarkan dengan niat dan futuristik, Reviewer serasa menonton percampuran visual dari film Matrix dan Blade Runner. Selain cerita, tokoh antagonis utama pun terasa kurang “mengancam” karena begitu terasa biasa dan entah mau dibawa kemana sebenarnya dia dalam film ini, gampang dilupakan lah pokoknya. Deretan pemain disini juga tidak terlalu penting dan terasa sebagai tempelan, entah karena seorang Scarjo namanya terlalu “overpower” atau gimana, karena penonton pun tidak akan mengingat mereka, selain Scarjo tentunya.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s