DANUR “Lebih Seram Penonton Remaja Tanggung Yang Ikut Menonton Di Studio Dibandingkan Tokoh Antagonis dalam filmnya Sendiri”

Review Danur
Score : 2/5
Genre : Horror
Tahun : 2017
Durasi : 78 Menit
“Lebih Seram Penonton Remaja Tanggung Yang Ikut Menonton Di Studio Dibandingkan Tokoh Antagonis dalam filmnya Sendiri”
(+) Shareefa Danish yang memang selalu totalitas jika dikasih peran seperti ini
(+) Musik yang lumayan membantu sedikit keseraman film
(-) Tokoh utama yang terlalu lemah dalam pengembangan karakternya
(-) Jump Scare Dimana mana
(-) Banyak karakter yang disia-siakan
Kesimpulan :
Film Danur dimulai dengan adegan karakter Risa yang diperankan oleh Prilly Latuconsina yang menyanyikan lagu sunda anak-anak yaitu “Boneka Abdi” yang dimana lagu tersebut bisa memanggil sahabat-sahabat tak terlihat nya untuk datang, yang Reviewer tau kalo lagu ini adalah lagu anak-anak didaerah Jawa Barat yang sebenarnya tidak seram, tapi entah kenapa dalam film ini sengaja dibikin mistis dengan menanamkan “paham” kepada penonton bahwa lagu ini adalah lagu “pemanggil” setan seperti Lingsir Wengi. Dalam film ini dibagi menjadi 2 timeline yaitu, saat Risa masih kecil dan beranjak dewasa, sayangnya entah karena durasi yang terlalu sedikit atau karena terlalu banyak Jump Scare yang diobral terlalu “murah” sehingga sering muncul dimana-mana, karakter Risa terlihat terlalu “lemah” dalam pengembangan karakternya, yang hanya kita tau disini Risa bisa melihat setan, that’s it. Padahal atmosfir yang dibangun disini sudah lumayan untuk film horor sekelas horor indonesia, dibantu dengan musik yang bisa mengagetkan tiba-tiba harusnya bisa memberikan pengalaman film horor yang berbeda dari film horor Indonesia pada umumnya, tapi entah kenapa semua itu gagal entah karena Jump Scare yang terlalu berlebihan atau memang bukan selera Reviewer, yang pasti film horor seperti ini adalah tipe tipe film horor favorit penonton Indonesia. Selain karakter utama banyak karakter-karakter yang disia-siakan dalam film ini salah satunya adalah si tokoh antagonis, yang diperankan oleh Shareefa Danish. Karakter yang dia perankan selalu bikin Reviewer kagum akan totalitas yang dilakukannya, tapi sayang lagi-lagi background yang diberikan kepada karakternya ini terasa hambar dan mudah ditebak, nothing special. Jadilah dia hanya karakter yang seram tanpa background yang membuat penonton seperti Reviewer ingin tahu kenapa dia bisa jadi seperti itu. Bagi kalian yang tidak suka dengan penonton lain yang terlalu “berlebihan” mengekspresikan saat menonton dalam bioskop seperti Reviewer, disarankan mending kalian menunggu film ini untuk menontonnya jangan dekat dekat dengan tanggal perilisan, karena banyak penonton “kampungan” yang mungkin juga fans garis keras dari si tokoh utama yang hanya pengen biar dibilang kekinian karena sudah menonton film ini tanpa peduli dengan jalan cerita yang ditawarkan, yang penting hanya modal seram. yang dimana penonton ini adalah tipe penonton egois,yang tidak menghargai penonton lainnya yang butuh kenyamanan juga dalam menonton film. Seperti yang Reviewer bilang penonton seperti ini lebih seram daripada tokoh antagonis dalam filmnya sendiri. Jahat maksimal.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s