STIP & PENSIL “Pendidikan Itu Penting Buat Siapa Saja”

Review Stip & Pensil
Score : 2.2/5
Genre : Drama, Comedy
Tahun : 2017
Durasi : 98 Menit
Sutradara : Ardy Octaviand
“Pendidikan Itu Penting Buat Siapa Saja”
———————————————————————————————————————————-
IDE CERITA (2)  ★★☆☆☆
 Jadi disini sebenarnya film Stip & Pensil memang menawarkan sebuah ide cerita yang bisa dibilang biasa saja, ide cerita seperti ini sebenarnya lebih cocok untuk dijadikan sebuah FTV saja, daripada dibuat kedalam format film. Yang membedakannya mungkin disini adalah jajaran para pemain yang lumayan “mewah” untuk diajak berperan dalam film ini, selebihnya biasa saja dan bahkan cenderung ceritanya terkesan membosankan tanpa ada sesuatu yang istimewa dari segi ide cerita.
———————————————————————————————————————————-
AKTING (3)  ★★★☆☆
Aktor dan aktris disini sebagian besar diisi oleh para stand up comedian yang memang biasanya mereka diajak bermain film karena dianggap bisa menawarkan komedi ala mereka yang penuh dengan punchline nya, namun entah kenapa disini Ernest Prakasa terkesan biasa saja memerankan Toni salah satu tokoh utama, tidak ada yang spesial selain lawakannya tentang “menghina” dirinya sendiri sebagai orang keturunan tionghoa, malah Tatjana Saphira yang tidak disangka sangka akan bisa “berkomedi” dalam memerankan Bubu disini lebih mencuri perhatian dari ketiga cast utama lainnya baik dari segi karakter dan dialog ala Bubu yang polos namun terkadang “bloon”. Selain cast utama karakter karakter pendukung malah lebih memberikan kesegaran dalam film ini ada si Ucok, ada Mak Rambe, pak RT dan Istri serta Pandji yang berperan sebagai guru disini, ada juga sih Tora Sudiro yang hadir sebagai promo di Trailernya tapi sayang kehadirannya seakan cuma untuk menarik penonton karena kesuksesannya di film Warkop DKI Reborn, selebihnya perannya bisa dimainkan oleh siapa saja. intinya disini akting dari para aktor dan aktris pendukung lah yang menolong film ini untuk membuat penonton seperti Reviewer bertahan.
———————————————————————————————————————————-
PLOT (2) ★★☆☆☆
Plot disini terkesan standar dan linier tidak ada plot twist atau kejutan semacam itu, bahkan ada plot yang sengaja ingin seperti memasukan unsur “romansa” ala anak SMA yang dimana justru itu tidak penting karena begitu tiba tiba dan anti klimaks, seakan menegaskan bahwa ini adalah SMA, tidak mungkin kalo tidak ada tentang cinta cintaan. bahkan salah satu penyelesaian konflik disini terasa dibuat untuk diselesaikan dengan begitu sederhana karena mungkin durasi yang juga tidak lama.
———————————————————————————————————————————-
AUDIO (2) ★★☆☆☆
Musik dalam film ini mungkin akan gampang terlupakan, karena entah kenapa Reviewer merasa ada yang kurang dapat feel nya saat sebuah musik atau OST dimainkan dalam film ini, tapi mudah-mudahan saja itu cuma perasaan Reviewer. Dubbing suara pemain dalam film ini terkadang ada yang terasa kurang rapi, entah memang formatnya begitu atau gimana karena ada beberapa adegan yang suaranya memang terasa janggal dalam beberapa dialog, sekali lagi mungkin cuma perasaan Reviewer semata.
———————————————————————————————————————————-
VISUAL (2) ★★☆☆☆
Visual yang menarik dalam film ini adalah properti mobil yang dipakai Ernest dan kawan kawan sebagai alat transportasi mereka, huh mobil? iya MOBIL. Sinematografi dalam film ini juga biasa, yah yang penting masih format ala film tapi yah begitu, tidak ada yang spesial. Dekorasi Sekolah yang didirikan untuk anak anak jalanan dalam film ini pun di- treatment biasa saja, bahkan mungkin saja tidak ada yang memperhatikan
kecuali Reviewer, begitu rajinnya Reviewer.
———————————————————————————————————————————-
X-FACTOR
Poin X atau hal spesial dalam film ini adalah dimana film ini masih bisa memberikan pelajaran positif kepada penonton untuk mengikuti kata hati kita yang baik, dan juga memberitahu bahwa pendidikan itu adalah hak semua orang, selain itu film ini juga masih bisa memberikan hiburan humor yang bisa menggelitik perut kalian untuk tertawa sejenak, sambil belajar bahwa hidup itu harus berguna untuk orang lain. Selamat menonton.
Advertisements

One Comment Add yours

  1. Robby Wijaya says:

    Setuju dengan reviewnya 😀 😀
    Anehnya orang di Twitter mention film ini bagus, aduh mak…

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s