ZIARAH : TALES OF THE OTHERWORDS “Perjalanan Seorang Nenek Dalam Mencari Makam Suaminya”

Review Ziarah : Tales Of The Otherwords
Score : 4.0/5
Genre : Drama
Tahun : 2017
Durasi : 87 Menit
Sutradara : BW Purba Negara
“Perjalanan Seorang Nenek Dalam Mencari Makam Suaminya”
———————————————————————————————————————————-
IDE CERITA (5)  ★★★★★
Film dengan ide cerita seperti ini yaitu perjalanan dalam mencari sebuah makam hanya untuk bisa berziarah atau berkunjung, sepertinya belum pernah ada di Indonesia, entah diluar sana. Unik dan sangat berbeda saat mendengar premis film yang ditawarkan dalam film ini, sangat berbeda dengan semua film Indonesia sedang keluar saat ini.———————————————————————————————————————————-
AKTING (3)  ★★★☆☆
Sesungguhnya akting Mbah Ponco yang memerankan Mbah Sri sebagai pemeran utama dalam film ini bisa dibilang tidak ada yang istimewa, namun yang menjadi nilai plus mungkin adalah dimana di umur yang bisa dibilang “sepuh” atau sudah tidak muda lagi dia mampu menyajikan gambaran seorang wanita tua yang mencari suaminya yang hilang saat perang dengan baik. Kurangnya adalah ada beberapa adegan saat Mbah Ponco berdialog mungkin akan terlihat seperti membaca sebuah naskah, namun itu wajar mengingat umurnya yang sudah tidak muda lagi dan ditambah dengan dirinya yang tidak punya sama sekali latar belakang akting, itu sudah lebih dari cukup.
———————————————————————————————————————————-
PLOT (4) ★★★★☆
Plot adalah sesuatu yang sangat penting dalam membangun sebuah jembatan antara penonton dengan film yang sedang ditonton, dalam film Ziarah hal tersebut agak kurang begitu bisa terbangun dengan cepat, bahkan awalnya mungkin penonton akan bingung dan sedikit mengantuk dengan alur cerita yang disajikan, namun rasa penasaran kembali muncul saat sudah memasuki pertengahan lebih jalan cerita. Kita akan disajikan dengan “puzzle” yang bertebaran dimana mana baik dari beberapa adegan dan dialog yang ternyata berkaitan satu sama lainnya dengan jalan cerita, walaupun mungkin awalnya akan terlihat tidak begitu penting. Ending yang ditampilkan pun memang tetap menggunakan pakem dari sebuah film festival, yaitu dimana penonton bisa menyimpulkan sendiri menurut pandangannya masing masing apa yang terjadi diakhir film.
———————————————————————————————————————————-
AUDIO (4) ★★★★☆
Yang menarik dalam setiap film yang berlatar belakang budaya Jawa adalah musik mereka yang selalu bisa membangun setiap momen dalam film mereka menjadi sesuatu yang “magis” dan itu justru semakin memberi kesan misteri dan penasaran bagi penonton yang menontonnya. Ziarah pun mampu melakukan itu walaupun dalam film ini ada beberapa momen yang akan terkesan “sepi” dan membosankan, mungkin itu memang disesuaikan dengan setting cerita.
———————————————————————————————————————————-
VISUAL (4) ★★★★☆
Ziarah bisa menampilkan sebuah visual yang baik walaupun tanpa visual efek dan setting tempat dan visual art yang berlebihan, dalam film ini semuanya seperti memang dibuat benar benar “seadanya” dan terkesan sederhana, mampu memberikan sebuah gambaran jelas dengan kehidupan nyata masyarakatnya.
———————————————————————————————————————————-
X-FACTOR
Buat yang menyukai film film yang berbau festival, Ziarah bisa menjadi salah satu pilihan. Ide cerita yang berbeda dengan film film Indonesia yang ada saat ini dan bisa menjadi salah satu Oase dalam perfilman Indonesia yang sudah mainstream dengan percintaan dan sebagainya, Ziarah adalah solusinya.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s